Trenggalek, pkbtrenggalek.id – DPC PKB Kabupaten Trenggalek kembali menggelar kegiatan Hari Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek putaran ke-4, Jumat (22/5/2026), di Kantor DPC PKB Kabupaten Trenggalek, Jalan Veteran No. 29 Trenggalek.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus DPC PKB Kabupaten Trenggalek, pimpinan dan anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, serta masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 meliputi Kecamatan Kampak dan Watulimo.
Ketua DPC PKB Kabupaten Trenggalek sekaligus Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, Drs. H. Sukarodin, M.Ag., menyampaikan bahwa program Hari Fraksi menjadi ruang komunikasi terbuka antara masyarakat dan Fraksi PKB untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung.
“Hari ini, hari Jumat adalah Hari Fraksi yang keempat. Rakyat dekat tanpa sekat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Fraksi PKB,” ujar Sukarodin.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan mulai dari pengembangan UMKM, infrastruktur jalan, hingga kesejahteraan Madin dan modin.
Salah satu perhatian utama datang dari pelaku UMKM gula aren yang produknya telah dipasarkan hingga luar negeri. Namun demikian, pemasaran digital melalui platform e-commerce dinilai masih belum maksimal.
“Ada UMKM gula aren yang ternyata sudah go internasional dan produknya sudah dikirim ke beberapa negara. Namun sayangnya belum masuk pemasaran online seperti Shopee. Nanti akan kita bantu pendampingan agar UMKM tersebut bisa segera naik kelas,” jelas Sukarodin.
Selain itu, pelaku UMKM lain seperti usaha roti bolu dan kerajinan besek juga menyampaikan kebutuhan bantuan alat produksi. Pengrajin besek, misalnya, membutuhkan mesin irat untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.
Fraksi PKB mendorong para pelaku UMKM membentuk kelompok usaha agar pembinaan dan intervensi bantuan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami meminta para pelaku UMKM membentuk kelompok sehingga pembinaan dan pendampingan bisa dilakukan bersama melalui kelompok usaha,” tambahnya.
Di bidang infrastruktur, masyarakat dari Desa Pakel, Kecamatan Watulimo, mengeluhkan kondisi jalan Wonorejo–Pasarsebo yang mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapatkan penanganan sejak dibangun pada tahun 2013.
“Jalan Wonorejo–Pasarsebo memang rusaknya luar biasa. Saya masih ingat jalan itu dibangun tahun 2013 pada masa Bupati Mulyadi dan Wakil Bupati Kholiq. Setelah itu belum tersentuh lagi,” ungkap Sukarodin.
Ia menegaskan bahwa berbagai keluhan masyarakat tersebut menjadi perhatian Fraksi PKB untuk diperjuangkan melalui jalur legislatif maupun komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Kalau masyarakat menyampaikan keluhan melalui Hari Fraksi, itu hal yang wajar. Dan menurut kami, kalau PKB tidak berusaha memperjuangkannya, rasanya berdosa,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan persoalan kesejahteraan modin serta Madrasah Diniyah nonformal yang menerima Bosda Madin. Persoalan tersebut disebut menjadi catatan penting Fraksi PKB untuk diperjuangkan ke depan.
Melalui program Hari Fraksi PKB, Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek berharap aspirasi masyarakat dapat ditampung secara langsung dan ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga. (SNH)
Profil Organisasi








