Trenggalek, pkbtrenggalek.id – DPC PKB Kabupaten Trenggalek kembali menggelar kegiatan Hari Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek putaran ke-7 dalam program Jumat Rakyat Dekat Tanpa Sekat, Jumat (12/6/2026), di Kantor DPC PKB Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus DPC PKB Kabupaten Trenggalek, anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, serta masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Pogalan dan Durenan.
Ketua DPC PKB Kabupaten Trenggalek sekaligus Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, Drs. H. Sukarodin, M.Ag., mengatakan Hari Fraksi menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan secara langsung kepada Fraksi PKB.
“Hari ini Fraksi PKB memasuki Hari Fraksi yang ke-7. Berbagai penggiat UMKM dan kelompok holtikultura hadir untuk menyampaikan aspirasi serta kebutuhan mereka agar usaha yang dijalankan dapat berkembang lebih baik,” ujar Sukarodin.
Dalam forum tersebut hadir sejumlah pelaku usaha holtikultura, mulai dari petani semangka, sayur-mayur, hingga komoditas pertanian lainnya. Menurut Sukarodin, peluang pasar holtikultura di Kabupaten Trenggalek masih sangat besar karena kebutuhan sayuran dan hasil pertanian masih banyak dipasok dari daerah lain seperti Tulungagung dan sekitarnya.
“Pasar holtikultura di Trenggalek masih sangat terbuka. Selama ini kebutuhan sayuran dan komoditas holtikultura masih banyak didatangkan dari luar daerah. Ini menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk berkembang,” jelasnya.
Selain kelompok holtikultura, hadir pula pelaku UMKM yang memproduksi tape, kerupuk singkong, tiwul, getuk, serta berbagai produk olahan makanan khas Trenggalek.
Beberapa persoalan yang disampaikan pelaku UMKM antara lain keterbatasan modal usaha dan kebutuhan alat produksi untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Menanggapi hal tersebut, Fraksi PKB berkomitmen untuk terus mendorong program pembinaan dan pelatihan bagi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.
“Kami akan terus mendorong pelatihan dan pendampingan UMKM agar naik kelas. Harapannya UMKM di Kabupaten Trenggalek semakin berkembang dan mampu bersaing,” kata Sukarodin.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula kelompok usaha penggoreng kerupuk yang sebelumnya pernah menerima bantuan peralatan dari Fraksi PKB berupa wajan dan sotil sekitar tiga tahun lalu. Bantuan tersebut hingga kini masih dimanfaatkan dan mampu mendukung keberlangsungan usaha mereka.
“Alhamdulillah bantuan yang diberikan beberapa tahun lalu masih dimanfaatkan sampai sekarang. Produksi tetap berjalan dan omzet usaha juga berkembang dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, pelaku UMKM jelly dari wilayah Kamulan turut menyampaikan perkembangan usahanya yang kini mampu memproduksi berbagai varian rasa seperti cokelat dan stroberi. Mereka berharap mendapat pendampingan lanjutan agar usaha yang dijalankan semakin berkembang.
Sukarodin menegaskan Fraksi PKB akan terus memberikan perhatian terhadap pelaku usaha kecil dan menengah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Trenggalek.
“UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat. Karena itu Fraksi PKB akan terus hadir untuk melakukan pembinaan, pendampingan, dan memperjuangkan berbagai kebutuhan mereka,” pungkasnya.
Melalui program Hari Fraksi PKB, berbagai aspirasi masyarakat diharapkan dapat terserap secara langsung dan menjadi bahan perjuangan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Profil Organisasi







