Trenggalek, pkbtrenggalek.id – DPC PKB Kabupaten Trenggalek kembali menggelar Hari Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek putaran ke-9 dalam program Jumat Rakyat Dekat Tanpa Sekat, Jumat (26/6/2026), di Kantor DPC PKB Kabupaten Trenggalek, Jalan Veteran No. 29 Trenggalek.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus DPC PKB Kabupaten Trenggalek, pimpinan dan anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, serta masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Kampak dan Kecamatan Watulimo.
Pada pelaksanaan Hari Fraksi kali ini, penyerapan aspirasi masyarakat dikawal langsung oleh dua anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek dari Dapil IV, yakni Murkam, S.T. dan Zaenal Fanani, S.ST., M.MT.
Murkam, S.T. menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, Bendahara DPC PKB Kabupaten Trenggalek, sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek yang membidangi perdagangan, perindustrian, pertanian, kelautan dan perikanan, koperasi dan usaha mikro (UMKM), pariwisata, penanaman modal, pendapatan dan aset daerah, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Sementara itu, Zaenal Fanani, S.ST., M.MT. menjabat sebagai Ketua Lembaga Kaderisasi Kabupaten DPC PKB Trenggalek, Ketua DPAC PKB Kecamatan Kampak, sekaligus anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek yang membidangi pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, agama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta keluarga berencana dan perlindungan perempuan dan anak.
Kehadiran kedua legislator tersebut menjadi bentuk komitmen Fraksi PKB dalam memastikan setiap aspirasi masyarakat Dapil IV dapat ditampung, dikawal, dan diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sesuai bidang komisi masing-masing.
Ketua DPC PKB Kabupaten Trenggalek sekaligus Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, Drs. H. Sukarodin, M.Ag., mengatakan Hari Fraksi terus menjadi ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat.
“Hari ini kita memasuki Hari Fraksi yang ke-9. Rakyat dekat dengan wakil rakyat PKB tanpa sekat. Berbagai aspirasi kami terima dari pelaku UMKM, pembudidaya ikan air tawar, hingga lembaga pendidikan,” ujar Sukarodin.
Dalam dialog tersebut, pelaku UMKM pengolahan keripik, mulai dari keripik bothe, keripik pisang, hingga aneka keripik lainnya, menyampaikan kebutuhan akan peralatan produksi yang lebih modern. Selama ini proses produksi masih menggunakan peralatan sederhana meski usaha mereka terus berkembang.
“Mereka menyampaikan masih membutuhkan peralatan yang lebih modern. Produksinya sebenarnya sudah cukup baik, bahkan telah menyerap sekitar sembilan tenaga kerja. Tentu ini perlu kita dorong melalui pendampingan, bantuan peralatan, maupun akses permodalan,” jelas Sukarodin.
Fraksi PKB juga akan mempertemukan pelaku UMKM dengan pihak perbankan guna memperluas akses pembiayaan. Selain itu, mereka akan diikutsertakan dalam program pelatihan UMKM Naik Kelas yang akan diselenggarakan DPC PKB Kabupaten Trenggalek.
Selain pelaku usaha keripik, pelaku usaha kue semprong juga menyampaikan perlunya pendampingan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Menurut Sukarodin, permintaan pasar terhadap produk tersebut masih cukup tinggi sehingga diperlukan motivasi dan pembinaan agar pelaku usaha mampu memenuhi kebutuhan pasar.
“Produksinya masih relatif kecil, sementara permintaan pasar cukup besar. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk memberikan pendampingan agar usaha mereka terus berkembang,” katanya.
Aspirasi juga datang dari pelaku budidaya ikan air tawar, khususnya pembudidaya lele. Mereka mengeluhkan sulitnya memperoleh bibit lele berkualitas karena meningkatnya jumlah pelaku usaha yang beralih ke komoditas tersebut.
“Kami meminta anggota Fraksi PKB dari Dapil 4 untuk melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar persoalan ketersediaan bibit lele ini dapat segera dicarikan solusi,” ujar Sukarodin.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan SMP Islam Kampak yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menyampaikan apresiasi kepada PKB atas inisiasi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Nonformal.
Menanggapi hal tersebut, Sukarodin menegaskan bahwa Fraksi PKB akan terus mengawal pembahasan regulasi tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap penguatan pendidikan keagamaan di Kabupaten Trenggalek.
“Kami akan terus menjalin komunikasi dengan madrasah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU agar berbagai kebutuhan pendidikan dapat terus diperjuangkan melalui jalur kebijakan,” pungkasnya.
Melalui program Hari Fraksi, Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar, menyerap, mengawal, dan memperjuangkan setiap aspirasi agar dapat diwujudkan menjadi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. (SNH)
Profil Organisasi







