TRENGGALEK, pkbtrenggalek.id – DPC PKB Kabupaten Trenggalek kembali menggelar kegiatan Hari Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek putaran ke-8.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus DPC PKB Kabupaten Trenggalek, pimpinan dan anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, serta masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Karangan dan Kecamatan Gandusari.
Pada pelaksanaan Hari Fraksi kali ini, penyerapan aspirasi masyarakat dikawal oleh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek dari Dapil III, yakni Drs. H. Sukarodin, M.Ag. dan Jayeng Bayu Winedar, S.H. Namun, Jayeng Bayu Winedar berhalangan hadir karena suatu keperluan.
Drs. H. Sukarodin, M.Ag. saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Trenggalek, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek yang membidangi urusan pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, keagamaan, BPBD, perpustakaan dan kearsipan, serta keluarga berencana dan perlindungan perempuan dan anak.
Sukarodin mengatakan Hari Fraksi merupakan ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada wakil rakyat.
“Hari ini kita memasuki Hari Fraksi yang ke-8. Berbagai aspirasi masyarakat kami terima, mulai dari pelaku UMKM, petani hortikultura hingga persoalan infrastruktur penunjang pertanian,” ujar Sukarodin.
Dalam forum tersebut, petani menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan menuju lahan pertanian yang masih rusak dan becek. Kondisi tersebut dinilai menghambat distribusi hasil panen karena akses transportasi belum memadai.
“Ada keluhan mengenai jalan menuju lahan pertanian yang masih becek sehingga hasil panen sulit diangkut dengan cepat. Ini tentu menjadi perhatian karena menyangkut produktivitas dan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Selain persoalan infrastruktur, kelompok petani hortikultura juga mengeluhkan minimnya pendampingan teknis di lapangan. Menurut mereka, biaya produksi yang terus meningkat tidak sebanding dengan hasil panen yang diperoleh karena pembinaan budidaya belum optimal.
“Petani hortikultura menyampaikan perlunya pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL). Biaya yang dikeluarkan cukup besar, tetapi hasil panennya belum maksimal sehingga banyak yang merasa merugi,” kata Sukarodin.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Fraksi PKB meminta anggota fraksi yang bertugas di Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek berkoordinasi dengan dinas terkait agar pendampingan kepada petani dapat diperkuat.
“Kami sudah meminta anggota Fraksi PKB di Komisi II untuk berkomunikasi dengan Dinas Pertanian agar peran PPL lebih dioptimalkan dalam mendampingi petani,” tegasnya.
Sementara itu, pelaku UMKM sektor konveksi dan jasa jahit menyampaikan persoalan pemasaran produk. Meski memiliki kemampuan produksi yang baik, mereka mengaku masih kesulitan memperluas pasar dan meningkatkan penjualan.
“Para penjahit menyampaikan bahwa mereka mampu memproduksi, tetapi masih kesulitan dalam pemasaran. Persoalan ini ternyata juga banyak dikeluhkan UMKM pada Hari Fraksi sebelumnya,” ungkap Sukarodin.
Menanggapi aspirasi tersebut, DPC PKB Kabupaten Trenggalek berencana menggelar pelatihan pemasaran produk UMKM dengan melibatkan praktisi dan tim kreator yang dimiliki partai.
“PKB akan mengadakan pelatihan pemasaran bagi pelaku UMKM. Kami akan bekerja sama dengan praktisi yang memiliki pengalaman di bidang pemasaran agar produk-produk UMKM Trenggalek semakin dikenal dan mampu bersaing,” tambahnya.
Melalui program Hari Fraksi PKB, berbagai persoalan masyarakat diharapkan dapat terserap secara langsung dan menjadi bahan perjuangan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“PKB akan terus hadir di tengah masyarakat, mendengar, menyerap, dan memperjuangkan aspirasi rakyat demi kemajuan Kabupaten Trenggalek,” pungkas Sukarodin. (SNH)
Profil Organisasi








