Trenggalek, pkbtrenggalek.id – DPC PKB Trenggalek kembali menggelar Hari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ke-2 yang dipadukan dengan program Jumat Berkah, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan partai dan anggota DPRD Fraksi PKB tanpa sekat.
Kantor DPC PKB Trenggalek di Jalan Veteran No. 29, Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek, dibuka untuk masyarakat dari berbagai kalangan setiap hari Jumat sebagai ruang komunikasi dan penyerapan aspirasi warga.
Dalam dialog yang digelar, hadir tiga pelaku UMKM serta Kepala Desa Banaran yang menyampaikan berbagai usulan dan keluhan yang dihadapi masyarakat.
Ketua DPC PKB Trenggalek yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, Drs. H. Sukarodin, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Hari Fraksi PKB yang kedua sejak resmi diluncurkan awal Mei lalu.
“Hari ini kita memasuki Hari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang ke-2. Dan hari ini ternyata yang datang para penggiat UMKM ada tiga, kemudian juga hadir Kepala Desa Banaran menyampaikan beberapa hal untuk mewakili warga tentunya,” ujar Sukarodin.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan berasal dari Kepala Desa Banaran terkait pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan kebutuhan mobilitas warga. Menurutnya, proyek tersebut sebelumnya sempat menjadi prioritas pertama dalam Musrenbang Kecamatan Tugu tahun 2022, namun hingga kini belum terealisasi.
Menanggapi hal tersebut, Sukarodin menegaskan Fraksi PKB merasa terpanggil untuk ikut memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut.
“Tentu Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa merasa terpanggil dan merasa bertanggung jawab terkait dengan jembatan gantung dimaksud. Ada dua skema yang coba akan kita siapkan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan mengupayakan pembangunan melalui skema APBD Kabupaten Trenggalek maupun APBD Provinsi Jawa Timur dengan melibatkan anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur dari dapil Trenggalek.
Selain persoalan infrastruktur, tiga pelaku UMKM yang hadir juga menyampaikan sejumlah kebutuhan pengembangan usaha. Mereka bergerak di bidang produksi tahu, krupuk UD Langgeng, dan kopi bubuk Brontoyudho.
Kopi bubuk Brontoyudho diketahui telah berhasil menembus pasar luar negeri hingga Korea dan Malaysia. Namun demikian, pelaku usaha masih membutuhkan dukungan alat pengemas skala besar dengan nilai sekitar Rp70 juta guna meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran.
Sementara itu, pelaku usaha tahu menyampaikan kebutuhan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak lingkungan dari aktivitas produksi mereka.
Menanggapi hal tersebut, Sukarodin menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong pembentukan kelompok UMKM agar dapat mengakses program pembangunan IPAL komunal secara bersama-sama.
Sedangkan untuk pelaku usaha krupuk, Fraksi PKB akan membantu fasilitasi akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah.
“Dengan terobosan ini diharapkan dapat membantu masyarakat serta mengembangkan produk UMKM yang selama ini perlu didorong untuk naik kelas,” pungkas Sukarodin.
Program Hari Fraksi PKB dan Jumat Berkah dijadwalkan terus berlangsung setiap hari Jumat sebagai bentuk komitmen PKB Trenggalek dalam mendengar, menampung, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara langsung.
Profil Organisasi







